Wisata Kuliner Solo: 8 Tempat Makan Khas yang Membuat Anda Lapar – Wisata Kuliner Solo: 8 Tempat Makan Khas yang Membuat Anda Lapar, dikenal dengan nama Surakarta, bukan hanya kaya akan budaya dan sejarah Jawa, tetapi juga surga tersembunyi bagi para pecinta kuliner gacha99. Kota ini menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan rempah yang menggoda lidah. Dari warung pinggir jalan hingga rumah makan legendaris, Solo punya segalanya untuk memuaskan hasrat makan Anda.
Berikut ini delapan tempat makan khas Solo yang wajib Anda coba. Tapi hati-hati—membaca ini bisa membuat Anda lapar!
1. Timlo Sastro – Hangatnya Rasa Tradisional
Tidak lengkap rasanya ke Solo tanpa mencicipi Timlo, semacam sup khas berisi sosis Solo, telur pindang, dan ati ampela. Timlo Sastro, yang berada di Pasar Gede, adalah legenda hidup sejak 1952. Kuahnya yang bening dan gurih memberikan kehangatan sempurna, terutama saat pagi hari. Tidak heran jika tempat ini selalu ramai oleh warga lokal maupun wisatawan.
2. Serabi Notosuman – Manisnya Cinta Pertama
Serabi di tempat lain mungkin hanya kue dadar sederhana, tapi Serabi Notosuman punya pesona tersendiri. Dibuat dari adonan santan dan tepung beras, serabi ini lembut dan legit. Pilihan rasa original dan cokelat membuat siapa pun tak bisa berhenti di satu potong. Tempatnya sederhana, tapi aromanya… luar biasa menggoda.
3. Sate Buntel Mbok Galak – Kenikmatan yang Membungkus
Pernah coba sate buntel? Ini adalah sate daging kambing cincang yang dibungkus lemak tipis dan dibakar hingga harum. Sate Buntel Mbok Galak sudah berdiri sejak zaman Pak Harto, yang konon adalah pelanggan setia. Rasanya juicy, smoky, dan sangat ngangeni—bahasa Jawa untuk ‘bikin kangen’.
4. Nasi Liwet Wongso Lemu – Gurihnya Tiada Dua
Jika ada satu menu yang bisa mewakili Solo, itu adalah Nasi Liwet. Dan Nasi Liwet Wongso Lemu di daerah Keprabon adalah tempat yang paling legendaris. Sepiring nasi liwet disajikan dengan sayur labu, ayam suwir, areh (santan kental), dan telur pindang. Makan malam di sini bukan hanya soal rasa, tapi juga suasana—duduk lesehan, ditemani lampu temaram dan alunan gamelan.
5. Tengkleng Klewer Bu Edi – Sensasi Menyantap Tulang
Di balik Pasar Klewer yang ramai, tersembunyi sajian menggoda: Tengkleng, sup tulang kambing berbumbu tajam. Bu Edi sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu dan hanya buka sampai sore. Uniknya, makanan ini disajikan di atas daun pisang di atas pincuk, menambah kenikmatan rasa yang otentik.
6. Es Dawet Telasih Bu Dermi – Manis, Segar, dan Melegenda
Kalau haus setelah keliling Solo, mampirlah ke Bu Dermi di dalam Pasar Gede. Es Dawet Telasih ini bukan dawet biasa—isinya terdiri dari tape ketan, biji selasih, dawet kenyal, dan santan dengan sirup gula merah. Kombinasi rasa manis dan segar ini bisa bikin Anda ketagihan sejak sendokan pertama.
7. Bakso Alex – Kenyalnya Menggoda
Meski Solo terkenal dengan makanan tradisional Jawa, siapa sangka bahwa Bakso Alex justru menjadi primadona lokal? Dagingnya padat, kuahnya bening dan kaya rasa. Tersedia juga bakso urat, telur, dan gorengan yang membuat seporsi bakso terasa seperti pesta kecil di mulut.
Baca juga : Panduan Lengkap Membuat Olahan Ayam Kecap Rumahan yang Menggugah Selera
8. Gudeg Ceker Bu Kasno – Kuliner Tengah Malam
Biasanya gudeg identik dengan Jogja, tapi di Solo, Anda bisa menemukan versi uniknya: Gudeg Ceker. Bu Kasno mulai berjualan jam 1 pagi—ya, tengah malam! Yang diburu orang-orang adalah ceker ayam yang empuk, manis, dan lumer di mulut. Jangan kaget jika Anda harus antre panjang di dini hari.
Penutup: Solo, Kota Kuliner yang Bikin Rindu
Makanan di Solo bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang kenangan, tradisi, dan keramahan. Setiap sajian membawa cerita, setiap tempat makan memiliki jiwa. Kalau Anda mengaku pecinta kuliner sejati, maka Solo adalah destinasi yang wajib ada di daftar perjalanan Anda berikutnya.
Tapi satu hal yang pasti: setelah mencicipi delapan kuliner khas ini, perut Anda mungkin kenyang—tapi hati Anda akan selalu ingin kembali.
